MAAFKAN MATAHATIKU
Maafkan aku MATAHATIKU karena mataku
tidak hati-hati dalam memandang hati
sehingga membuatmu sakit hati
Maafkan aku MATAHATIKU sebab aku
selalu online dalam hatinya
MAAFKAN KASIH
Maafkan aku KASIH jika ada
orang selain dirimu yang
menganggap aku kekasih sebab
kaupun tahu aku laki-laki
pengasih
MAAFKAN SAYANG
Maafkan aku SAYANG karena aku
mengatakan ”sayang” kepada wanita
selain dirimu sebab katamu kita harus
hidup saling menyayang
MAAFKAN BUKU
Maafkan aku BUKU
karena kau ragukan kesetiaanku
padamu
SENGATAN SENYUMMU
apa yang harus aku dahulukan
mengingat senyum manismu
atau rekening listrik yang belum aku
bayar
SELAMAT PAGI SAYANG
”selamat pagi!”
maaf tanpa kutambahkan kata ”sayang”
sebab itu milik selamat malam
KETIKA
Ketika kutulis puisi ini engkau sedang
tidur dan mungkin bermimpi buruk
Ketika engkau bangun dan mungkin
bergairah menyambut hangat pagi
aku sudah menghapus puisi ini
SEDANG TIDAK JATUH CINTA
kuistirahatkan sajak ini sejenak
sebab aku sedang tidak jatuh cinta
JIKA INI SAJAK
Jika ini sajak
Inilah sajak yang paling ikhlas
Huruf demi hurufnya berserah
untuk kaususun menjadi apa saja
CATATAN PENGEMBARA
di sini kita bertemu
di shelter peristirahatan
kamu mencubit pahaku
seperti ingin membuktikan
bahwa ini bukan de javu
dan aku bertanya dalam hati
apakah kita pernah menjadi sepasang kekasih?
kita adalah pengembara
kehidupan kita adalah pencarian
oase kita adalah diam sejenak
takdir kita adalah perjumpaan dan perpisahan
PUISI YANG MUNGKIN TERAKHIR
Setiap kutulis puisi yakinlah bahwa ini
puisi terakhir untukmu